Zoom news Gayo Lues – Perguruan Muhammadiyah Gayo Lues kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda melalui ajang Tapak Suci Championship IV yang mengusung tema “Trauma Healing.” Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari dan dipusatkan di SMP Muhammadiyah Gayo Lues sebagai tuan rumah.
Kejuaraan yang sarat nilai sportivitas dan pembinaan karakter ini secara resmi dibuka oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gayo Lues. Pembukaan berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat, dihadiri para pelatih, atlet, panitia, serta keluarga besar Muhammadiyah.
Mengusung tema Trauma Healing, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi pencak silat Tapak Suci, tetapi juga wadah pemulihan mental dan penguatan karakter bagi para peserta, khususnya generasi muda yang sempat terdampak berbagai situasi sulit, termasuk bencana dan tantangan sosial yang terjadi belakangan ini.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gayo Lues dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tapak Suci bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan sarana membentuk akhlak, kedisiplinan, keberanian, serta ketangguhan mental.
“Melalui Tapak Suci, kita ingin melahirkan generasi yang kuat secara fisik, tangguh secara mental, dan luhur akhlaknya. Tema trauma healing ini menjadi pesan bahwa olahraga dan kebersamaan adalah bagian dari proses pemulihan,” ujarnya.
Selama lima hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kategori pertandingan dengan penuh semangat dan sportivitas. Sorak dukungan dari rekan-rekan dan pendamping menambah semarak suasana kejuaraan.
Sebagai tuan rumah, SMP Muhammadiyah Gayo Lues turut berperan aktif menyukseskan kegiatan ini. Pihak sekolah menyatakan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari ajang yang tidak hanya mengedepankan prestasi, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
Tapak Suci Championship IV diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan semangat generasi muda Gayo Lues, mempererat ukhuwah, serta memperkuat peran Muhammadiyah dalam mencetak kader-kader yang berprestasi dan berkarakter.
Ajang ini sekaligus menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi media pemersatu, penguat mental, dan penggerak semangat untuk bangkit bersama.(Amin lingga).
















