
sumber photo: Edi humas polres Gayo Lues.
Zoom news Gayo Lues — Di tengah dinamika keamanan dan tantangan sosial yang terus berkembang, dukungan terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat Gayo Lues, Drs. H. Jamaluddin Ilyas, M.M., yang secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap penempatan Polri langsung di bawah komando Presiden Republik Indonesia.
Menurutnya, dalam sistem pemerintahan presidensial, posisi Polri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden merupakan pilihan kelembagaan yang tepat, rasional, dan visioner. Kejelasan garis komando diyakini mampu memperkuat akuntabilitas serta mempercepat pengambilan keputusan strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Keamanan tidak boleh terhambat oleh birokrasi yang panjang. Polri membutuhkan respons cepat, koordinasi kuat, dan kewenangan yang jelas agar dapat hadir tepat waktu ketika masyarakat membutuhkan,” ungkap Jamaluddin.
Ia menambahkan, Polri merupakan alat negara dengan tugas yang sangat strategis. Penempatan di bawah kementerian justru berpotensi memperpanjang rantai birokrasi, yang pada akhirnya dapat memperlambat langkah Polri dalam menghadapi situasi-situasi krusial di lapangan. Dalam konteks kamtibmas, setiap detik keterlambatan bisa berdampak pada rasa aman masyarakat.
Lebih jauh, Jamaluddin menilai bahwa Polri yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden akan lebih terjaga independensinya dari kepentingan sektoral. Independensi tersebut menjadi fondasi penting bagi penegakan hukum yang profesional, objektif, dan berkeadilan.
“Kepolisian harus berdiri di atas semua golongan. Ia hadir bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, tetapi untuk melayani negara dan melindungi seluruh rakyat,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Pengalaman di daerah, khususnya wilayah dengan kondisi geografis yang menantang seperti Gayo Lues, menjadi bukti nyata bahwa kejelasan komando dan kewenangan sangat menentukan efektivitas kerja Polri. Kehadiran polisi yang sigap dan responsif kerap menjadi penentu terjaganya stabilitas sosial dan ketenteraman masyarakat.
Menutup pernyataannya, Jamaluddin menegaskan bahwa dukungan terhadap Polri harus dibarengi dengan komitmen kuat untuk terus melakukan reformasi internal. Peningkatan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dinilai sebagai kunci utama dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik.
“Kepercayaan rakyat adalah modal terbesar Polri. Jika itu terjaga, maka keamanan nasional akan berdiri di atas fondasi yang kokoh,” pungkasnya.(Amin lingga)
Sumber: Edi humas polres Gayo Lues.
















