

Zoom news Gayo Lues 28 April 2026– Upaya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan kembali diperkuat melalui kegiatan Seminar Literasi Keuangan yang diselenggarakan oleh BSI KCP Blangkejeren bekerja sama dengan PMGI dan USK PSDKU Gayo Lues. Kegiatan yang berlangsung di Gedung ACC Gayo Lues pada Selasa (28/04/2026) ini dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum.
Seminar ini mengangkat tema “Meningkatkan Literasi dan Kesadaran Keuangan Melalui Kolaborasi BSI KCP Blangkejeren dan PMGI X USK PSDKU”. Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi saat ini, di mana tingkat literasi keuangan masyarakat, khususnya di daerah, masih membutuhkan penguatan yang berkelanjutan.
Branch Manager BSI KCP Blangkejeren, Juliardi, SE, dalam pemaparannya menekankan pentingnya pemahaman keuangan sejak dini, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi modern yang semakin kompleks. Ia menyampaikan bahwa literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menabung, tetapi juga mencakup pengelolaan pendapatan, investasi, hingga perencanaan keuangan berbasis prinsip syariah.
“Generasi muda harus mampu menjadi agen perubahan dalam membangun kesadaran finansial yang sehat. Perbankan syariah hadir sebagai solusi yang tidak hanya aman, tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pemateri kedua, Syahputra Ariga, S.IP, menyoroti pentingnya keterkaitan antara literasi keuangan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini. Ia menjelaskan bahwa rendahnya literasi keuangan sering kali menjadi salah satu faktor utama yang memicu masalah ekonomi, seperti konsumtif berlebihan hingga ketidakmampuan mengelola utang.
“Literasi keuangan bukan sekadar pengetahuan, tetapi keterampilan hidup. Mahasiswa dan generasi muda harus mampu mengambil keputusan finansial yang bijak dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga diperkaya dengan sesi pemantik oleh Azhar, S.H., yang mengajak peserta untuk lebih kritis dalam memahami produk keuangan serta mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Diskusi berlangsung interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman.
Sebagai host, Indra Syahputra turut membangun suasana seminar menjadi lebih dinamis dan komunikatif, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta.
Selain mendapatkan wawasan baru, peserta juga memperoleh sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga membuka ruang networking yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan praktisi perbankan dalam satu forum kolaboratif.
Kehadiran lebih dari 100 peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap isu literasi keuangan, khususnya di Kabupaten Gayo Lues. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan mulai tumbuh di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara lembaga perbankan, organisasi kepemudaan, dan institusi pendidikan dapat terus diperkuat guna menciptakan masyarakat yang lebih cerdas secara finansial, mandiri, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.(Amin lingga).
















