
sumber photo: dokumen pribadi Kabid sarana Disdik Gayo Lues.
Zoom Gayo Lues – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Salid, S.Pd., M.M., menunjukkan komitmen nyata dengan turun langsung ke lapangan. Bukan sekadar memantau dari balik meja, ia memilih hadir di tengah masyarakat—mendengar, melihat, dan mencari solusi nyata demi masa depan pendidikan yang lebih baik.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Kondisi sejumlah sekolah yang terdampak berbagai persoalan menjadi perhatian serius. Bagi Salid, pendidikan bukan hanya soal proses belajar mengajar, tetapi tentang memastikan setiap anak tetap memiliki harapan.
“Tidak ada anak yang boleh kehilangan hak untuk belajar. Setiap sekolah yang terdampak akan kita bantu, kita pulihkan, dan kita bangkitkan bersama,” tegasnya.
Kehadiran langsung di lapangan menjadi bukti bahwa kepedulian tidak cukup hanya dengan kebijakan di atas kertas. Dalam setiap kunjungan, Salid melakukan monitoring dan evaluasi, berkoordinasi cepat dengan berbagai pihak, serta mendorong percepatan pemulihan sarana dan prasarana sekolah. Baginya, keselamatan dan kelangsungan pendidikan siswa adalah prioritas utama.
Tak hanya itu, pendekatan yang dilakukan juga menyentuh sisi kemanusiaan. Ia berbincang dengan guru, berdialog dengan masyarakat, dan memastikan bahwa setiap suara didengar. Di balik langkah-langkah tersebut, tersimpan harapan besar agar pendidikan di Gayo Lues tetap berjalan, meski dalam kondisi sulit.
“Kami tidak hanya bekerja di kantor. Kami hadir di tengah masyarakat, karena pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.
Semangat ini seolah menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan. Dengan kepedulian, gerakan bersama, dan pelayanan yang tulus, harapan untuk bangkit tetap menyala.
Di Gayo Lues, langkah kecil yang dilakukan hari ini menjadi cahaya bagi masa depan anak-anak esok. Karena di balik keseriusan itu, ada mimpi besar: memastikan pendidikan tetap berjalan, dan masa depan tetap terang.(Amin lingga)
















