
Zoom news Gayo Lues – Aksi tidak bertanggung jawab berupa pembuangan sampah ke aliran sungai di kawasan Desa Ulun Tanoh menuai kecaman keras dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gayo Lues. Dugaan tindakan yang dilakukan oleh oknum tak dikenal tersebut dinilai sebagai bentuk kelalaian serius terhadap kelestarian lingkungan.
Kepala DLH Kabupaten Gayo Lues melalui Kepala Bidang Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Juliar, SE, menegaskan bahwa perbuatan tersebut sama sekali tidak mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Ini adalah tindakan yang sangat disayangkan. Membuang sampah ke aliran sungai bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi besar mengganggu kesehatan masyarakat serta merusak ekosistem yang ada,” ujar Juliar.
Ia menjelaskan, sungai merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Ketika sampah dibuang sembarangan, apalagi dalam jumlah besar, dampaknya tidak hanya dirasakan di satu titik, tetapi dapat menyebar hingga ke wilayah lain yang dialiri sungai tersebut.
“Pencemaran ini bisa berdampak luas, mulai dari menurunnya kualitas air, terganggunya biota sungai, hingga ancaman penyakit bagi masyarakat yang menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
DLH Gayo Lues juga mengingatkan bahwa tindakan pembuangan sampah secara ilegal dapat dikenakan sanksi tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan perbuatan serupa dan turut aktif menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami berharap ada kesadaran bersama. Lingkungan bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang,” tegas Juliar.
Pihak DLH saat ini juga mendorong adanya peran aktif masyarakat dan aparatur desa untuk mengawasi serta melaporkan jika menemukan aktivitas serupa, agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban bersama demi menjaga kelestarian alam Gayo Lues.(Amin lingga)
















