
Zoom news PINING – Kondisi memprihatinkan masih menyelimuti akses utama di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Jembatan Pintu Rime yang menjadi penghubung vital menuju pusat kabupaten dilaporkan masih dalam keadaan ambruk hingga akhir Maret 2026, tanpa adanya perbaikan permanen dari pemerintah daerah.
Ketua pemuda setempat, Jecky, melayangkan kecaman keras kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues atas lambannya penanganan infrastruktur tersebut. Ia menilai, pembiaran yang berlangsung selama berbulan-bulan telah memperparah penderitaan masyarakat.
“Pining terasa seperti ditinggalkan. Kami mendesak Pemkab Gayo Lues segera menurunkan alat berat dan membangun kembali jembatan Pintu Rime. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa,” tegas Jecky, mewakili keresahan warga.
Akibat jembatan yang putus total, warga terpaksa menantang bahaya dengan menyeberangi sungai di bawah jembatan. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan, terutama bagi pasien rujukan yang harus ditandu demi mendapatkan pelayanan kesehatan.
Berdasarkan data hingga akhir Januari 2026, bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi sejak November 2025 telah melumpuhkan dua jembatan utama di jalur Pining. Dampaknya, wilayah tersebut sempat terisolasi, bahkan warga mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) dan pasokan listrik.
Perjalanan yang biasanya hanya memakan waktu beberapa jam kini bisa mencapai lebih dari enam jam akibat akses yang terputus. Situasi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga memukul roda perekonomian masyarakat setempat.
Meski sebelumnya telah dilakukan upaya darurat melalui gotong royong TNI/Polri dan penurunan alat berat pada awal tahun 2026, warga menilai langkah tersebut belum cukup. Mereka mendesak agar pemerintah segera membangun jembatan permanen berbahan rangka baja guna memastikan akses yang aman dan berkelanjutan.
“Warga sudah sangat lelah. Akses jalan adalah urat nadi perekonomian. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji. Turunkan tim teknis dan alat berat sekarang juga,” pungkas Jecky.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Pining masih berharap adanya respon cepat dan konkret dari Pemkab Gayo Lues demi mengakhiri penderitaan yang telah berlangsung berbulan-bulan. (Amin Lingga)
















