
Sumber photo: masyarakat desa tetingi.
Zoom news Gayo Lues – Warga Desa Tetingi mengeluhkan penutupan total akses jalan penghubung Remukut–Ketukah dan Tetingi–Ketukah yang kini dipagar oleh pemilik lahan. Penutupan ini terjadi akibat belum terealisasinya pembayaran ganti rugi lahan oleh pemerintah, sebagaimana yang sebelumnya dijanjikan saat masa darurat.
Seorang warga Tetingi yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa jalan tersebut merupakan satu-satunya akses vital bagi masyarakat setempat. “Kami sangat kesulitan sekarang. Jalan ini satu-satunya jalur untuk aktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak kami yang bersekolah di SMP Ketukah,” ujarnya.
Menurut warga, kesepakatan awal antara pemerintah dan pemilik lahan menyebutkan bahwa ganti rugi akan segera diselesaikan dalam kondisi darurat yang terjadi beberapa waktu lalu. Namun hingga kini, janji tersebut tak kunjung direalisasikan, memicu kekecewaan pemilik lahan hingga akhirnya menutup akses jalan secara total.
Dampaknya, aktivitas masyarakat lumpuh. Selain menghambat akses pendidikan, penutupan jalan ini juga memutus jalur ekonomi warga yang sehari-hari bergantung pada akses tersebut untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup.
“Kami tidak punya jalan lain. Ini satu-satunya jalur kami. Kalau ditutup seperti ini, kami benar-benar terisolasi,” tambah warga tersebut.
Kondisi ini memicu desakan keras dari masyarakat kepada pemerintah daerah agar segera turun tangan dan menyelesaikan persoalan tersebut. Warga menilai lambannya respons pemerintah justru memperparah situasi dan menempatkan masyarakat dalam kondisi serba sulit.
Masyarakat berharap pemerintah tidak lagi menunda penyelesaian ganti rugi lahan dan segera membuka kembali akses jalan tersebut. Jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan persoalan ini akan memicu konflik yang lebih luas serta semakin menekan kehidupan warga Tetingi yang kini sudah berada di ambang kesulitan.(Amin lingga)
















