
Zoom Gayo Lues — Ketika jutaan masyarakat berbondong-bondong pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta, ada sekelompok perempuan tangguh yang memilih jalan berbeda. Mereka adalah para bidan yang tergabung dalam Pengurus Cabang (PC) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Gayo Lues—tetap setia di garis depan, menjaga kesehatan dan keselamatan sesama.
Di tengah hiruk-pikuk arus mudik, para bidan ini mendirikan Posko OPOR Bu Bidan di titik-titik strategis jalur mudik wilayah Gayo Lues. Posko tersebut bukan sekadar tempat singgah, melainkan simbol kepedulian—tempat di mana harapan dan pertolongan selalu tersedia bagi siapa saja yang membutuhkan.
Kegiatan sosial-kesehatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun IBI ke-75 dan International Day of the Midwife (IDM) 2026. Pelaksanaannya mengacu pada Surat Edaran Pengurus Daerah IBI Provinsi Aceh Nomor 014/PD IBI/A/III/2026 yang diterbitkan pada 12 Maret 2026.

Ketua PC IBI Gayo Lues, Bd. Nia Syafriati, SST, MKM, dengan penuh haru menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim yang terlibat. Ia menyoroti pengorbanan para bidan yang rela meninggalkan momen kebersamaan dengan keluarga demi menjalankan tugas mulia.
“Di saat masyarakat menikmati perjalanan mudik dan berkumpul bersama keluarga, para bidan kita tetap berdiri tegak melayani. Ini adalah bentuk pengabdian yang luar biasa dan patut kita banggakan,” ungkapnya.

Ucapan tersebut bukan sekadar pujian, melainkan cerminan nyata dari dedikasi tanpa batas yang ditunjukkan para bidan. Di momen krusial seperti arus mudik—ketika risiko kecelakaan, kelelahan, hingga gangguan kesehatan meningkat—kehadiran mereka menjadi penolong pertama yang sangat berarti.
Program Posko OPOR Bu Bidan ini juga merupakan bagian dari gerakan nasional IBI, sebagaimana tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Ketua PD IBI Aceh, Hj. Elfira Wahyuni, S.Keb., SKM, dan Sekretaris Sri Syahrawati, S.Keb., SKM.
Kesuksesan kegiatan ini tentu tidak lepas dari kerja sama tim yang solid. Koordinasi pelaksanaan dipercayakan kepada Sekretaris PC IBI Gayo Lues, Bd. Zuliarni Lubis, S.ST, MKM, selaku Koordinator Utama. Ia didukung oleh Tim Teknis Lapangan yang sigap di setiap posko, serta para Ketua Ranting yang menjadi ujung tombak di wilayah masing-masing.
Dengan pembagian tugas yang terstruktur, setiap posko mampu beroperasi secara optimal—memberikan pelayanan cepat, tepat, dan penuh empati. Tidak ada yang berjalan sendiri. Semua bergerak bersama, dalam semangat gotong royong dan panggilan jiwa sebagai pelayan kesehatan.
Di balik perjalanan mudik yang penuh kebahagiaan, ada tangan-tangan tulus yang terus bekerja dalam senyap. Para bidan ini mungkin tak selalu terlihat, namun kehadiran mereka menjadi penopang keselamatan banyak orang.
Mereka tidak pulang, agar yang lain bisa sampai ke rumah dengan selamat.
Mereka tidak berlibur, karena ada nyawa yang harus dijaga.
Di sanalah makna sejati pengabdian—hadir tanpa pamrih, memberi tanpa batas. (Amin Lingga)
















