
Zoom news Gayo Lues— Semangat demokrasi di tingkat kampung kembali terlihat di Desa Lempuh, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Masyarakat setempat melaksanakan kegiatan pemilihan urang tue atau anggota Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) dengan penuh antusias dan harapan akan lahirnya perwakilan yang amanah.
Desa Lempuh yang terdiri dari tiga dusun, yakni Dusun Tupis, Dusun Jongok, dan Dusun Ruyuh, menunjukkan dinamika tersendiri dalam proses pencalonan. Dari ketiga dusun tersebut, hanya Dusun Tupis dan Dusun Jongok yang mengajukan dua kandidat untuk dipilih oleh masyarakat. Sementara itu, Dusun Ruyuh telah lebih dulu menetapkan satu kandidatnya secara musyawarah.
Ketua panitia pemilihan, Arpin Riski, menjelaskan bahwa jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Dusun Tupis dan Dusun Jongok mencapai 354 orang. Ia menambahkan, dari proses pemilihan ini nantinya akan ditentukan siapa kandidat yang berhak mewakili masyarakat, mengingat jumlah anggota urang tue atau BPK yang dibutuhkan hanya lima orang.
“Dari kandidat yang ada, tentu akan ada yang tidak terpilih, karena jumlah anggota BPK hanya lima orang, termasuk satu keterwakilan perempuan,” ujar Arpin.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Pengulu Desa Lempuh, Saip, menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian pemilihan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
“Kami berharap pemilihan urang tue ini berjalan dengan tertib dan menghasilkan perwakilan yang benar-benar mampu membawa aspirasi masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa demokrasi di tingkat desa terus tumbuh dan berkembang. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu melahirkan anggota BPK yang tidak hanya representatif, tetapi juga mampu menjadi jembatan antara pemerintah desa dan warga dalam membangun kampung yang lebih baik.(Amin lingga)
















