
Zoom news Gayo Lues – Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Gayo Lues mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa seorang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM). Peristiwa tersebut dinilai sebagai tindakan keji yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan serta melanggar hukum yang berlaku di Indonesia.
Ketua PII Gayo Lues menyampaikan bahwa kekerasan terhadap aktivis yang selama ini memperjuangkan hak-hak masyarakat tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan, kebebasan berpendapat, serta semangat demokrasi yang dijunjung tinggi di negara ini.
“Perjuangan untuk menegakkan keadilan dan membela hak-hak masyarakat seharusnya dihargai dan dilindungi. Bukan justru dibalas dengan tindakan kekerasan yang sangat tidak manusiawi seperti penyiraman air keras ini,” ujarnya kepada media, Selasa (17/3).
Ia juga menegaskan bahwa peristiwa ini tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarakat luas yang selama ini berharap para pejuang HAM dapat bekerja dengan aman dan tanpa ancaman.
PII Gayo Lues mendesak aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap pelaku beserta pihak yang diduga berada di balik aksi keji tersebut. Menurutnya, penegakan hukum yang tegas dan transparan sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa yang akan datang.
“Kami berharap aparat kepolisian dapat bekerja secara profesional, transparan, dan cepat dalam mengungkap kasus ini sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum serta rasa keadilan,” tambahnya.
Selain itu, PII Gayo Lues juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang kondusif serta mengedepankan dialog dan jalur hukum dalam menyelesaikan setiap perbedaan pendapat.
Sementara itu, korban diketahui saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka serius yang dideritanya. Sejumlah aktivis dan organisasi masyarakat sipil dari berbagai daerah juga telah menyatakan solidaritas serta mendesak agar kasus tersebut segera diusut hingga tuntas.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya perlindungan terhadap para pejuang HAM dan aktivis masyarakat yang selama ini berperan dalam mengawal keadilan, kebenaran, serta nilai-nilai kemanusiaan di Indonesia.(Amin lingga).
















