Gayo Lues zoom news -zEmpat bulan pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, khususnya Kabupaten Gayo Lues, perhatian dan bantuan untuk masyarakat terdampak mulai berkurang drastis. Padahal, kondisi warga belum sepenuhnya pulih. Luka akibat banjir dan longsor masih terasa, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kecamatan Pining menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah. Akses jalan menuju Lokop, Aceh Timur, hingga kini masih terputus total. Sementara akses menuju ibu kota kabupaten, Blangkejeren, mengalami kerusakan berat. Bahkan jembatan penghubung ke ibu kota kecamatan belum juga diperbaiki. Masyarakat terpaksa menempuh jalur sungai dengan risiko tinggi, terutama saat debit air tiba-tiba meningkat.
Di Kampung Pepelah, suasana menjelang lebaran terasa pilu. Sejumlah warga masih bertahan di pengungsian dengan tenda seadanya. Sementara di Kampung Pertik, banyak rumah hanyut dan rusak berat, meninggalkan duka mendalam bagi para penghuninya.
Melihat kondisi tersebut, PKBM Ruman Aceh menyalurkan donasi dari Diaspora Aceh di Swiss bersama masyarakat Indonesia lainnya. Sebanyak 175 paket sembako berhasil dikumpulkan dan disalurkan bagi warga terdampak.
Dalam aksi kemanusiaan ini, PKBM Ruman Aceh menggandeng BNNK Gayo Lues serta Perguruan Bunayya Yayasan Nurhayati Sahali. Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Rabu, 4 Maret 2026, bertempat di Madrasah Bunayya Pining.
Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, saat dihubungi terkait kesediaannya untuk berkolaborasi, tanpa ragu langsung menyanggupi. Bahkan, ia menyediakan dua unit mobil operasional BNNK yang dikenal dengan sebutan “Si Biru” untuk mengangkut sekitar empat ton bantuan menuju Pining.
Menurut Fauzul Iman, perhatian yang humanis melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sangat penting agar warga terdampak tidak terjerumus pada penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di tengah situasi sulit. Ia juga menyoroti banyaknya sekolah yang terdampak banjir sehingga mengganggu proses belajar generasi muda.
Sebagai langkah preventif, BNNK Gayo Lues akan melaksanakan program ANANDA BERSINAR di wilayah terdampak bencana. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan diri anak-anak dan remaja agar mampu menolak narkoba, sebagai upaya menyelamatkan masa depan generasi emas Gayo Lues.
Bersama Ketua Ruman Aceh, Ahmad Arief, Fauzul Iman bahkan mengemudikan langsung kendaraan pengangkut bantuan menuju Kecamatan Pining. Sementara itu, Ketua Yayasan Nurhayati Sahali yang akrab disapa Bunda Nurhayati turut melepas keberangkatan rombongan dari Masjid Perguruan Bunayya dengan doa dan harapan agar perjalanan berjalan lancar.
Sesampainya di Pining, rombongan disambut hangat oleh seluruh guru Madrasah Bunayya. Bantuan kemudian diturunkan dan ditata rapi sebelum didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Setelah seluruh bantuan diserahkan, rombongan BNNK Gayo Lues yang dipimpin Fauzul Iman kembali ke Blangkejeren. Dengan salam komando, ia berpamitan kepada Ahmad Arief seraya berbisik penuh harap, “Semoga kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat dan terus berlanjut. Kita masih menunggu bantuan-bantuan lainnya.”
Kolaborasi tiga lembaga ini menjadi bukti bahwa kepedulian tak mengenal jarak. Dari Swiss hingga pelosok Pining, secercah harapan dikirimkan untuk warga yang tengah berjuang bangkit. Di tengah keterbatasan dan akses yang terisolir, gotong royong dan solidaritas menjadi cahaya yang menguatkan langkah mereka menuju pemulihan.(Amin lingga).
Sumber: kepala BNNK Gayo Lues.
















