
Zoom news Gayo Lues — Dari daerah yang dikenal dengan alamnya yang indah dan masyarakatnya yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, suara dukungan terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali mengalir dengan tulus. Amin Lingga, salah satu tokoh organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Gayo Lues sekaligus Ketua DPD II AMPI Kabupaten Gayo Lues, menyatakan dukungan penuh agar Polri tetap berada di bawah komando langsung Presiden Republik Indonesia.
Di tengah berbagai dinamika dan isu nasional, Amin Lingga menyampaikan pandangannya dengan penuh ketenangan dan kepedulian. Baginya, Polri bukan sekadar institusi penegak hukum, melainkan garda terdepan yang setiap hari hadir menjaga rasa aman masyarakat—dari kota hingga pelosok desa.
“Polri itu hadir paling depan ketika masyarakat dalam situasi sulit. Saat bencana, konflik sosial, ataupun gangguan keamanan, yang pertama turun adalah polisi. Karena itu, Polri harus punya komando yang jelas dan kuat, langsung di bawah Presiden,” ungkap Amin Lingga.
Ia menilai, penempatan Polri di bawah Presiden merupakan langkah tepat untuk menjaga kecepatan respons dan ketegasan dalam bertindak. Di wilayah seperti Gayo Lues, dengan tantangan geografis yang tidak mudah, kehadiran Polri yang sigap dan cepat sering kali menjadi penopang utama ketenteraman masyarakat.
Amin Lingga juga menekankan pentingnya menjaga independensi Polri agar tetap berdiri di atas semua golongan. Menurutnya, Polri harus bebas dari tarik-menarik kepentingan dan fokus sepenuhnya pada pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Kami di daerah merasakan langsung dampak dari kerja Polri. Ketika aparat bekerja profesional, rakyat merasa dilindungi. Ketika keadilan ditegakkan dengan hati nurani, kepercayaan pun tumbuh,” ujarnya penuh harap.
Lebih dari sekadar dukungan struktural, Amin Lingga menyampaikan bahwa dukungan masyarakat terhadap Polri adalah dukungan moral—dukungan dari hati rakyat yang ingin hidup aman, damai, dan bermartabat. Ia berharap Polri terus memperkuat reformasi internal, meningkatkan profesionalisme, serta tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat.
“Polri kuat bukan hanya karena kewenangan, tetapi karena kepercayaan rakyat. Selama Polri berdiri bersama rakyat, kami akan selalu berdiri bersama Polri,” tutupnya.
Dukungan dari tokoh masyarakat seperti Amin Lingga menjadi penegasan bahwa harapan terhadap Polri yang profesional, humanis, dan berkeadilan bukan hanya lahir dari pusat kekuasaan, tetapi tumbuh dari hati masyarakat di daerah—dari desa, dari tanah Gayo Lues, untuk Indonesia yang aman dan damai.(Red).
















