
sumber photo: FB media sama Gayo Lues.
Zoom news Gayo Lues — Setelah hari-hari panjang yang dipenuhi kecemasan dan air mata akibat bencana hidrometeorologi, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mulai menatap babak baru: pemulihan. Sebuah langkah penuh harap itu ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Peralihan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Menuju Masa Pemulihan, yang dipimpin langsung oleh Bupati Gayo Lues bersama Wakil Bupati, Forkopimda, serta seluruh unsur Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Kamis, 22 Januari 2026.
Rakor ini bukan sekadar agenda administratif. Ia menjadi ruang refleksi dan penentuan arah, tempat pemerintah daerah menyatukan hati dan pikiran demi satu tujuan: mengembalikan kehidupan masyarakat Gayo Lues yang sempat terguncang oleh bencana.
Dalam suasana yang sarat kepedulian, Bupati Gayo Lues menegaskan bahwa fase darurat mungkin telah berlalu, namun tanggung jawab pemerintah belum selesai. Luka-luka masyarakat—baik fisik, ekonomi, maupun psikologis—harus dipulihkan secara menyeluruh, bertahap, dan berkeadilan.
“Pemulihan bukan hanya soal membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan harapan dan rasa aman masyarakat,” menjadi pesan kuat yang mengemuka dalam rakor tersebut.
Melalui forum ini, pemerintah daerah bersama Forkopimda dan SKPK melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan darurat bencana, sekaligus menyusun strategi lanjutan pada masa transisi. Sinergi lintas sektor ditegaskan sebagai kunci, agar setiap kebijakan dan program pemulihan benar-benar menyentuh kebutuhan warga di lapangan—terutama mereka yang paling terdampak.
Wakil Bupati Gayo Lues turut menekankan pentingnya kerja bersama tanpa sekat, mempercepat rehabilitasi, dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pemulihan.
Rakor peralihan ini menjadi simbol bahwa pemerintah hadir, mendengar, dan bekerja. Di tengah bekas-bekas bencana yang masih membayang, Gayo Lues perlahan menapaki jalan bangkit—dengan kebersamaan sebagai fondasi dan harapan sebagai tujuan akhir.
sumber: FB media sama Gayo Lues.
(Amin lingga).
















