
sumber photo: Riki
Zoom news Gayo Lues — Bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. Sejumlah rumah tertimbun lumpur, akses jalan terputus, dan warga harus berjuang membersihkan sisa-sisa material bencana. Di tengah situasi tersebut, sosok Riki Syahriandi terlihat aktif turun langsung membantu warga tanpa mengenal waktu.
Sejak hari pertama bencana, Riki tampak berada di lokasi terdampak, membantu membersihkan rumah warga, menyalurkan bantuan, serta mendampingi masyarakat yang tengah berusaha bangkit. Aktivitas itu dilakukan siang dan malam, di bawah terik matahari maupun hujan, tanpa memperlihatkan rasa lelah.
Di sela-sela kegiatannya, Riki Syahriandi sempat diwawancarai oleh awak media. Dengan pakaian yang masih dipenuhi lumpur, ia menyampaikan bahwa kehadirannya murni dilandasi rasa kemanusiaan.
“Ini bukan soal siapa saya atau dari keluarga siapa,” ujar Riki. “Hari ini masyarakat Gayo Lues sedang tertimpa musibah. Sebagai manusia, sudah seharusnya kita hadir dan membantu semampu kita.”
Diketahui, Riki Syahriandi merupakan putra dari Wakil Bupati Gayo Lues. Namun latar belakang tersebut tidak membuatnya menjaga jarak atau memilih kenyamanan. Ia justru turun langsung ke lapangan dan bekerja bersama relawan lainnya.
Saat ditanya mengenai hal tersebut, Riki menegaskan bahwa status keluarga bukan alasan untuk berpangku tangan.
“Kalau kita mampu membantu, kenapa harus menunggu? Jabatan orang tua saya justru menjadi pengingat agar saya bisa berbuat lebih banyak untuk masyarakat,” katanya.
Riki juga menepis anggapan bahwa apa yang dilakukannya merupakan bentuk pencitraan.
“Saya tidak ingin dilihat atau dipuji. Saya hanya ingin bermanfaat. Melihat warga mulai tersenyum kembali, meskipun masih dalam kesulitan, itu sudah cukup bagi saya,” ungkapnya.
Sejumlah warga mengaku terharu dengan kehadiran Riki di tengah-tengah mereka. Ia disebut sering datang lebih awal dan pulang paling akhir, serta tidak membeda-bedakan warga dalam memberikan bantuan.
“Kami merasa tidak sendirian. Kehadirannya memberi semangat bagi kami,” ujar salah satu warga terdampak banjir.
Di tengah duka yang masih dirasakan masyarakat Gayo Lues, kehadiran Riki Syahriandi menjadi simbol empati dan kepedulian. Ia tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga harapan dan kepercayaan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari tindakan nyata, bukan sekadar jabatan.
Apa yang dilakukan Riki Syahriandi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya—bahwa membantu dengan tulus, tanpa pamrih, adalah bentuk pengabdian paling mulia bagi daerah dan masyarakat.(Amin lingga).
















