
sumber photo: dokumen pribadi orang tua Mirza.
Zoom news Gayo Lues — Di tengah keterbatasan, lahir semangat besar yang tak bisa dibendung. Mirza Aska Yafik, pelajar SMA Negeri 1 Kutapanjang, berhasil menorehkan prestasi gemilang sebagai juara dalam ajang Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Gayo Lues.
Dengan senyum penuh kebanggaan, Mirza mengangkat piala dan sertifikat yang menjadi saksi atas perjuangannya. Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara, putra dari pasangan Santosa Abadi dan Sri Wahyuni. Dari keluarga sederhana, Mirza tumbuh dengan nilai kerja keras, disiplin, dan tekad kuat untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Perjalanan menuju kemenangan ini bukan tanpa tantangan. Mirza harus membagi waktu antara belajar, berlatih, dan memperdalam pemahaman tentang pentingnya kesadaran hukum di kalangan pelajar. Baginya, menjadi generasi sadar hukum bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab untuk membawa perubahan.
Kini, langkah Mirza berlanjut ke tingkat provinsi. Ia membawa harapan besar, tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk keluarga, sekolah, dan seluruh masyarakat Gayo Lues.
Dengan penuh keyakinan, Mirza menyampaikan harapannya:
“Kita mungkin nggak punya peta lengkap karena sumber daya terbatas. Tapi kompas harus jelas: keadilan, ilmu, dan manfaat buat orang banyak. Selama kompasnya nggak berubah, jalannya bisa berkelok, bisa pelan, tapi tetap sampai.”
Ia juga menegaskan bahwa masa depan tidak ditentukan oleh siapa yang paling lengkap fasilitasnya hari ini, melainkan oleh siapa yang mau berjuang lebih dulu.
“Masa depan Aceh 20 tahun lagi bukan ditentukan oleh orang yang punya segalanya hari ini. Tapi oleh anak muda yang hari ini rela capek duluan, walau cuma punya satu laptop dan internet pas-pasan.”
Pesan tersebut menjadi motivasi kuat bagi pelajar lain di Gayo Lues. Mirza mengajak generasi muda untuk tidak takut bermimpi dan terus berusaha, meskipun dengan segala keterbatasan.
“Jangan pernah takut untuk mencoba. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, tapi alasan untuk berjuang lebih keras. Isi masa muda dengan hal-hal yang bermanfaat, karena dari situlah masa depan dibangun,” pesannya.
Kisah Mirza adalah gambaran nyata bahwa anak daerah mampu bersaing dan bersinar. Dengan kompas yang jelas dan semangat yang tak tergoyahkan, ia melangkah pasti menuju masa depan.
Dari Gayo Lues, satu nama kini mulai dikenal. Dan bukan tidak mungkin, langkah kecil hari ini akan menjadi jejak besar di masa depan.(Amin lingga)
















