Di Hadapan Pusara Orang Tua, Bupati dan Ibu Bupati Gayo Lues Mengajarkan Bahwa Bakti Tak Pernah Mengenal Akhir

M.AMIN LINGGA GAYO

- Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:57 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sumber photo: dokumen pribadi Rudianto ariga admin Bupati Gayo Lues.

 

Zoom news Gayo Lues – Tidak semua pelajaran hidup disampaikan melalui pidato atau kata-kata. Ada kalanya sebuah tindakan sederhana justru mampu meninggalkan makna yang mendalam di hati banyak orang.

Di tengah padatnya agenda pemerintahan, tumpukan tanggung jawab, dan kesibukan mengurus kepentingan masyarakat, Bupati Gayo Lues bersama Ibu Bupati menyempatkan diri untuk berziarah ke makam kedua orang tua mereka. Sebuah momen yang sederhana, namun sarat akan nilai kehidupan yang begitu menyentuh.

Di hadapan pusara yang sunyi, jabatan seolah kehilangan maknanya. Tidak ada lagi gelar, tidak ada lagi kedudukan, tidak ada lagi kemewahan dunia. Yang ada hanyalah seorang anak yang datang dengan kerinduan, membawa doa untuk ayah dan ibunya yang telah lebih dahulu kembali ke pangkuan Sang Pencipta.

Langkah kaki menuju makam itu seakan mengingatkan kita semua bahwa setinggi apa pun seseorang melangkah dalam kehidupan, pada akhirnya ia tetaplah seorang anak yang lahir dari kasih sayang orang tua. Kesuksesan yang diraih hari ini tidak hadir begitu saja. Di baliknya ada doa-doa yang dipanjatkan pada sepertiga malam, ada air mata yang diam-diam jatuh demi melihat anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berhasil.

Mungkin kini kedua orang tua mereka telah tiada. Namun cinta seorang ayah dan ibu tidak pernah benar-benar pergi. Ia hidup dalam kenangan, dalam nilai-nilai kehidupan yang diwariskan, dan dalam setiap doa yang terus dikirimkan oleh anak-anaknya.

Pemandangan tersebut menjadi pengingat yang begitu kuat bagi kita semua. Bahwa kesibukan sering kali membuat manusia lupa untuk menoleh ke belakang, lupa kepada mereka yang pernah menggandeng tangan saat kita belum mampu berjalan sendiri. Padahal, tidak ada kesuksesan yang lebih indah selain mampu membalas cinta dan jasa orang tua, meski hanya dengan seuntai doa ketika mereka telah tiada.

Ziarah yang dilakukan Bupati dan Ibu Bupati Gayo Lues bukan sekadar tradisi atau rutinitas. Ia adalah wujud cinta yang tidak lekang oleh waktu. Sebuah bukti bahwa bakti seorang anak tidak berhenti ketika orang tuanya meninggal dunia. Justru setelah kepergian mereka, doa-doa itulah yang menjadi jembatan kasih yang terus menghubungkan hati seorang anak dengan ayah dan ibunya.

Momen ini juga mengajarkan bahwa jabatan hanyalah amanah yang bersifat sementara. Kekuasaan dapat berakhir, masa jabatan dapat berganti, dan penghormatan manusia bisa datang serta pergi. Namun jasa orang tua akan tetap abadi, tertulis dalam perjalanan hidup seorang anak hingga akhir hayatnya.

Di tengah dunia yang semakin sibuk dan serba cepat, pemandangan sederhana ini seolah menjadi tamparan lembut bagi kita semua. Bahwa masih ada satu tempat yang layak untuk selalu kita datangi dengan penuh hormat dan kerinduan, yaitu makam kedua orang tua.

Sebab di sanalah bersemayam orang-orang yang dahulu tidak pernah lelah berjuang demi kebahagiaan anak-anaknya. Dan di sanalah pula kita belajar bahwa cinta sejati tidak pernah berakhir, bahkan ketika maut telah memisahkan.

“Setinggi apa pun jabatan yang diraih, seluas apa pun kekuasaan yang dimiliki, seorang anak akan selalu memiliki satu kerinduan yang sama: melihat kembali senyum ayah dan ibunya. Namun ketika itu tak lagi mungkin, doa menjadi cara terbaik untuk terus mencintai mereka.”(Amin lingga).

Berita Terkait

Di Hamparan Sawah Gayo Lues, Rita Elviani Suhaidi Menebar Cinta dan Harapan untuk Petani
TP PKK Gayo Lues Gelar Bakti Sosial di Kampung Agusen, Wujud Nyata Kepedulian kepada Masyarakat
Sekjen DPP AMPI Robi Anugrah Marpaung Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah
Ketua DPC PKB Gayo Lues Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Hijrah Menuju Kebaikan
Dr. Sartika Mayasari Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Islam 1448 H Sebagai Momentum Hijrah dan Penguatan Nilai Keagamaan
Suhardi, ST Sampaikan Ucapan Selamat atas Sertijab Kasat Reskrim Polres Gayo Lues
Kabar Duka Menyelimuti Gayo Lues, Sri Jayanti, Amd.Keb Berpulang ke Rahmatullah
TP PKK Gayo Lues Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Ajak Masyarakat Perkuat Keimanan dan Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:29 WIB

Kodim 0206/Dairi Gelar Upacara Bendera, Perkuat Komitmen Pengabdian kepada Bangsa

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:08 WIB

Cara Sederhana Menjaga Kamtibmas: Babinsa dan Bhabinkamtibmas Ngobrol Santai dengan Warga di Kantor Desa

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:02 WIB

Babinsa dan Warga Bergotong Royong di Workshop, Siapkan Material untuk Rehabilitasi Jembatan Gantung Nanjombal

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:56 WIB

Sorak Warga Pecah Saat Argentina Menang 3-0, Babinsa Pastikan Nobar Berjalan Aman dan Kondusif

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:57 WIB

Polres Dairi Berhasil Evakuasi Mobil Ambulan Usai Terjun ke Jurang di Kutabuluh

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:41 WIB

Pasi Intel Kodim 1513/SBB Kapten Inf Agung Prabowo Wakili Dandim Pimpin Upacara 17-an di Lapangan Upacara Makodim 1513/SBB.

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:15 WIB

Merangkul UMKM dari Desa, Babinsa Boangmanalu Dorong Pedagang Kecil Tetap Semangat

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:10 WIB

Babinsa Sambangi Warga di Warung Kopi, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat di Pakpak Bharat

Berita Terbaru