
Zoom news GAYO LUES – Cuaca panas yang melanda Kabupaten Gayo Lues dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VIII Gayo Lues. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) apabila tidak diantisipasi secara serius oleh seluruh elemen masyarakat.
Melalui imbauan yang disampaikan Zulhamuddin Arbi, KPH Wilayah VIII Gayo Lues mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam menjaga kawasan hutan serta lingkungan sekitar dari ancaman kebakaran.
Menurut Zulhamuddin Arbi, suhu udara yang tinggi dan minimnya curah hujan menyebabkan banyak vegetasi menjadi kering sehingga mudah terbakar. Dalam kondisi seperti ini, aktivitas yang menggunakan api di sekitar kawasan hutan maupun lahan perkebunan harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan kebakaran yang dapat meluas.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif untuk menghindari kerusakan hutan dan dampak buruk yang ditimbulkan akibat kebakaran,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hutan memiliki peran penting sebagai penyangga kehidupan, sumber air, habitat satwa liar, serta penyeimbang ekosistem. Oleh karena itu, menjaga kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat.
KPH Wilayah VIII Gayo Lues juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berisiko menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan, tindakan tersebut juga dapat merusak lingkungan dan mengancam keberlangsungan ekosistem hutan yang menjadi aset penting daerah.
Dalam upaya pencegahan, petugas KPH terus melakukan pemantauan di sejumlah kawasan yang dianggap rawan terjadi kebakaran. Koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, serta masyarakat sekitar kawasan hutan juga terus diperkuat guna memastikan langkah-langkah antisipasi dapat berjalan secara efektif.
Zulhamuddin Arbi menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini. Warga yang menemukan adanya titik api, kepulan asap, atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran di kawasan hutan diharapkan segera melaporkannya kepada petugas terkait agar dapat ditangani dengan cepat sebelum meluas.
Menurutnya, penanganan dini menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran berskala besar yang dapat menimbulkan kerugian lingkungan, ekonomi, maupun kesehatan masyarakat akibat kabut asap.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan menjaga kebersihan kawasan hutan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari segala bentuk aktivitas yang dapat memicu munculnya api di musim panas.
Dengan adanya kerja sama yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan, KPH Wilayah VIII Gayo Lues berharap potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan semaksimal mungkin. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kelestarian hutan Gayo Lues agar tetap memberikan manfaat bagi generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.(Amin lingga).
















