STTU Jehe Pakpak Bharat Sumut ZoomNews-–
Kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi jembatan gantung di Desa Mbinalun, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTU Jehe), Kabupaten Pakpak Bharat, akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Selasa (12/5/2026), Bupati Pakpak Bharat, Frans Benhard Tumanggor bersama Pasiter Kodim 0206/Dairi Kapten Inf J. Maibang dan Danramil 06/Kerajaan Kapten Inf A. Siregar turun langsung melakukan survei terhadap sejumlah jembatan gantung yang menjadi akses utama para petani menuju lahan pertanian mereka.
“Kegiatan diawali dengan berkumpulnya rombongan di Kantor Camat STTU Jehe sekitar pukul 09.30 WIB. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat STTU Jehe Baskara Ujung, perwakilan Dinas PUPR Leo Tobing, Kepala Dinas Perhubungan Irwan Gajah, Babinsa Serda P. Gultom, para kepala desa se-Kecamatan STTU Jehe, serta tokoh masyarakat. Setelah itu, rombongan bergerak menuju Desa Mbinalun untuk meninjau langsung kondisi Jembatan Lae Senang dan Jembatan Lae Baning yang berada di kawasan Dusun Lae Rumbia dan Dusun Pernapa.
“Dari hasil survei lapangan, kondisi Jembatan Lae Senang dinilai cukup mengkhawatirkan karena mulai mengalami penurunan badan jembatan. Padahal, jembatan besi dengan bentang mencapai 80 meter dan ketinggian sekitar 40 meter tersebut setiap hari digunakan puluhan petani untuk mengangkut hasil perkebunan. Selain itu, kondisi tanah di sekitar tepi sungai yang lunak dan rawan longsor semakin meningkatkan risiko bagi warga yang melintas, terutama saat debit air Sungai Lae Kombih meningkat pada musim hujan. Dalam data survei disebutkan, rata-rata sekitar 70 petani melintasi jembatan tersebut setiap hari dengan arus lalu lintas tertinggi terjadi pada pagi dan sore hari.
“Sementara itu, kondisi Jembatan Lae Baning masih dinilai layak digunakan, meski pemerintah tetap melihat perlunya pembangunan infrastruktur yang lebih memadai demi memperlancar akses pertanian masyarakat. Jembatan sepanjang 75 meter itu juga menjadi jalur vital bagi sekitar 74 petani dan pengguna kendaraan roda dua yang setiap hari menuju lahan pertanian. Dukungan masyarakat terhadap rencana pembangunan pun terbilang tinggi, mengingat kedua jembatan tersebut menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga di Desa Mbinalun.
“Bupati Pakpak Bharat, Frans Benhard Tumanggor menegaskan bahwa survei tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mencari solusi terhadap kondisi infrastruktur yang mulai menurun. Sementara itu, Dandim 0206/Dairi Letkol Czi Nanang Sujarwanto, S.E., M.I.P melalui Pasiter Kodim 0206/Dairi Kapten Inf J. Maibang menyampaikan bahwa TNI siap mendukung pemerintah daerah dalam upaya peningkatan infrastruktur desa yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Setelah melanjutkan peninjauan ke Desa Tanjung Mulia dan Dusun Sibanser, rombongan kembali dalam keadaan aman dan kegiatan berakhir sekitar pukul 12.45 WIB.
Add; (Prajurit Pena) Publisher; Naik Bangun
















