Pakpak Bharat Sumut ZoomNews
Kepedulian terhadap warga binaan kembali ditunjukkan Babinsa Koramil 07/Salak, Kodim 0206/Dairi, Sertu S. Boangmanalu saat melaksanakan patroli wilayah di Desa Silima Kuta, Kecamatan STTU Julu, Kabupaten Pakpak Bharat, Rabu (4/3/2026). Di balerong onan atau pasar tradisional desa tersebut, ia membantu seorang petani, Aldo Berutu (35), yang tengah menganginkan jagung hasil panennya.
“Kegiatan itu bermula ketika Sertu Boangmanalu melihat Aldo sedang menyerakkan jagung yang telah dijemur selama beberapa hari. Tanpa canggung, Babinsa turun tangan membantu sambil berbincang santai mengenai proses pascapanen yang dilakukan. Suasana kebersamaan di tengah aktivitas pasar tradisional itu menjadi gambaran nyata kedekatan TNI dengan masyarakat di wilayah binaan.
“Aldo menjelaskan bahwa setelah dijemur selama 3–5 hari di bawah sinar matahari, jagung tidak boleh langsung dimasukkan ke dalam karung atau disimpan. “Jagung yang masih panas kalau langsung dikarungi bisa menimbulkan kondensasi dan memicu jamur. Karena itu harus dianginkan di tempat terbuka namun teduh agar suhunya turun perlahan dan kadar air merata,” ujarnya. Ia menambahkan, kadar air ideal jagung untuk penyimpanan berada di bawah 15 persen, dengan standar terbaik 13–14 persen agar tahan lama, baik dalam bentuk tongkol maupun pipil.
“Menurutnya, proses penganginan juga berfungsi menstabilkan suhu biji jagung, mencegah keretakan, serta memberikan sirkulasi udara guna menguapkan sisa kelembapan. Langkah tersebut penting untuk mencegah pertumbuhan kutu dan jamur yang umum terjadi pada jagung dengan kadar air tinggi. Setelah benar-benar kering, jagung siap dipipil dan disimpan dalam karung bersih atau langsung dijual kepada pengepul. Namun, Aldo mengaku harga jagung saat ini turun dari Rp6.000 menjadi Rp5.300 per kilogram.
“Terpisah, Danramil 07/Salak Kapten Inf A.F. Sagala menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa tidak hanya sebatas menjalankan patroli keamanan, tetapi juga sebagai bentuk pendampingan dan kepedulian terhadap kesejahteraan warga. “Babinsa harus hadir di tengah masyarakat, memahami kesulitan mereka, termasuk para petani yang menghadapi fluktuasi harga. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, kami berharap dapat memberi motivasi serta semangat bagi warga,” tegasnya.
Add; (Prajurit Pena)
N,Bangun
















