
sumber photo: dokumen pribadi kepala sppg raklunung.
Blangkejeren – Komitmen mendukung perekonomian masyarakat lokal terus ditunjukkan SPPG Raklunung melalui program pembelian bahan baku untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG). Berbagai kebutuhan pangan seperti sayuran dan buah-buahan diprioritaskan berasal dari hasil pertanian masyarakat setempat.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung produk lokal, pihak SPPG Raklunung turun langsung ke lapangan untuk meninjau sekaligus membeli hasil pertanian warga. Kegiatan tersebut dilakukan di kebun milik warga Desa Penggalangan, Kecamatan Blangkejeren, yang menjadi salah satu sentra penghasil sayuran dan buah-buahan di wilayah tersebut.
Kepala SPPG Raklunung, Wanda, mengatakan bahwa pihaknya berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan bahan baku MBG dari hasil produksi petani lokal. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan pangan yang segar dan berkualitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kita berharap segala sesuatu yang dibutuhkan oleh SPPG Raklunung dapat kita peroleh dari masyarakat lokal. Dengan demikian, secara tidak langsung kita turut membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan memberikan ruang bagi petani untuk memasarkan hasil panennya,” ujar Wanda.
Menurutnya, program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi daerah apabila kebutuhan bahan pangannya disuplai oleh petani setempat. Oleh karena itu, pihaknya terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan kelompok tani serta masyarakat yang memiliki potensi produksi pertanian.
Kehadiran tim SPPG Raklunung di kebun-kebun warga juga disambut positif oleh para petani. Selain memberikan kepastian pasar, pola pembelian langsung dinilai mampu meningkatkan semangat petani untuk terus mengembangkan usaha pertanian mereka.
Dengan mengutamakan produk lokal, SPPG Raklunung berharap tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara program MBG dan masyarakat. Di satu sisi kebutuhan pangan bergizi dapat terpenuhi dengan baik, sementara di sisi lain roda perekonomian masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha pertanian lokal, dapat terus bergerak dan berkembang.
Langkah ini menjadi bukti bahwa program MBG tidak hanya memberikan manfaat di bidang kesehatan dan pemenuhan gizi, tetapi juga berpotensi menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan hasil pertanian lokal secara berkelanjutan.(Amin lingga).
















