DAIRI Sumut ZoomNews
Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2026 di Desa Silumboya, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, berlangsung serius dan penuh semangat kebersamaan. Musyawarah yang digelar di Balai Desa Silumboya, Senin (2/3/2026), dihadiri Babinsa Koramil 04/Tigalingga Kodim 0206/Dairi Serka Sahata Lumbangaol sebagai bentuk komitmen TNI dalam mengawal perencanaan pembangunan desa agar berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Siempat Nempu Hulu Koko M. Angkat, Kapolsek Tigalingga Aiptu P. Lumbantoruan, Danramil 04/Tigalingga Kapten Inf Binton Sinaga yang diwakili Babinsa, Kepala Desa Gomgom Simanullang beserta perangkat desa, Ketua dan anggota BPD yang dipimpin Tumbur Sihite, pendamping desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, LPM, Karang Taruna, perwakilan setiap dusun, kepala sekolah PAUD, KPM, serta kader posyandu. Kehadiran unsur lengkap ini mencerminkan keterlibatan aktif seluruh elemen dalam menentukan arah pembangunan tahun mendatang.
“Rangkaian acara diawali pembukaan oleh protokol dan doa yang dipimpin tokoh agama, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua BPD sekaligus membuka rapat secara resmi. Dalam sambutannya, Kepala Desa Gomgom Simanullang menegaskan bahwa penyusunan APBDes 2026 harus benar-benar memperhatikan kebutuhan prioritas masyarakat. Pendamping desa juga memaparkan mekanisme serta penggunaan dana desa yang disesuaikan dengan hasil musyawarah dan regulasi yang berlaku, guna memastikan program pembangunan berjalan efektif dan akuntabel.
“Camat Siempat Nempu Hulu dalam arahannya menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan bertanggung jawab. Sementara itu, Danramil 04/Tigalingga melalui Babinsa Serka Sahata Lumbangaol menyampaikan pesan yang menggugah aparatur dan masyarakat. Ia mengingatkan agar aparatur pemerintahan tidak banyak mengeluh dalam menghadapi keterbatasan, sehingga tetap mampu menjadi teladan dan penyemangat bagi warga. “Jangan jadikan pemotongan anggaran sebagai alasan untuk tidak berbuat bagi desa. Justru di situlah dibutuhkan kreativitas dan kebersamaan,” ujarnya.
“Lebih lanjut, Babinsa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong sebagai kekuatan utama desa. Menurutnya, pembangunan tidak semata-mata bergantung pada besarnya anggaran, melainkan pada soliditas dan kepedulian bersama. Melalui musyawarah APBDes 2026 ini, diharapkan Desa Silumboya mampu melahirkan program-program pembangunan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah desa, TNI-Polri, dan seluruh warga.
Add; (Prajurit Pena)
N,Bangun
















