sumber photo: kasimsyah PWI Gayo Lues.

Zoom news GAYO LUES – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran TNI bersama warga. Personel Babinsa Koramil 09/Putri Betung Kodim 0113/Gayo Lues, didukung personel BKO Batalyon TP 855/Raksaka Dharma, bahu-membahu dengan masyarakat membangun jembatan gantung swadaya di Dusun Air Panas, Desa Singah Mule, Kecamatan Putri Betung, Senin (19/01/2026).
Pembangunan jembatan ini menjadi solusi mendesak pasca ambruknya jembatan lama yang selama ini menjadi akses vital warga menuju lahan perkebunan. Jembatan sebelumnya hanyut akibat banjir bandang yang meluap dari sungai beberapa waktu lalu, sehingga aktivitas pertanian dan mobilitas warga sempat lumpuh total.
Yang patut diapresiasi, seluruh material dan pembiayaan pembangunan jembatan tersebut bersumber dari swadaya murni masyarakat Desa Singah Mule. Kehadiran Babinsa dan personel TNI di tengah-tengah warga menjadi suntikan semangat sekaligus bukti nyata sinergitas TNI dengan rakyat di wilayah pelosok.
Mayoritas penduduk Desa Singah Mule menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Oleh karena itu, keberadaan jembatan gantung ini sangat vital sebagai jalur pengangkutan hasil perkebunan dan penunjang roda perekonomian warga yang sempat terhambat akibat bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Koramil 09/Putri Betung mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun.
“Setelah jembatan ini selesai, mari kita rawat dan jaga bersama. Karena dibangun dari swadaya dan jerih payah masyarakat sendiri, rasa memiliki harus terus ditumbuhkan. Selain itu, kami juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan peningkatan debit air sungai demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Dengan rampungnya jembatan gantung ini, diharapkan akses pertanian kembali normal, perekonomian masyarakat perlahan pulih, serta mobilitas warga menjadi lebih lancar. Lebih dari itu, kegiatan ini semakin mempererat hubungan emosional dan kerja sama antara TNI dan masyarakat, sekaligus menjadi bukti nyata kemandirian desa dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur melalui semangat kebersamaan.
Salah satu perwakilan warga Dusun Air Panas, Sulaiman, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas keterlibatan langsung personel TNI dalam pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak-bapak Babinsa dan personel Batalyon 855 yang sudah turun langsung membantu kami. Sejak jembatan hanyut, kami sangat kesulitan ke kebun. Dengan bantuan tenaga dari TNI, pekerjaan berat ini terasa lebih ringan dan cepat selesai. Terima kasih atas kepedulian TNI kepada kami para petani,” ungkapnya penuh haru.
Pembangunan jembatan gantung swadaya ini menjadi simbol kebangkitan masyarakat pasca bencana sekaligus cerminan kuatnya nilai gotong royong yang masih hidup dan terjaga di tengah masyarakat Gayo Lues.(Amin lingga).
Sumber teks: kasimsyah PWI Gayo Lues .
















