
sumber photo: kasimsyah PWI Gayo Lues.
Zoom news Gayo Lues – Respons cepat ditunjukkan Babinsa Koramil 09/Putri Betung, Sertu Hadi Kiswanto, dalam menindaklanjuti keresahan warga terkait kemunculan satwa liar jenis harimau di kawasan perkebunan warga. Menyikapi kondisi tersebut, Sertu Hadi langsung menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dan koordinasi intensif bersama petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Sabtu (17/01/2026).
Keberadaan harimau yang beberapa kali terpantau di sekitar kebun milik warga menimbulkan rasa takut dan kekhawatiran, terutama bagi masyarakat yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil perkebunan. Situasi ini dinilai berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi sekaligus membahayakan keselamatan warga.
Dalam pertemuan tersebut, Sertu Hadi Kiswanto menegaskan perlunya langkah cepat dan terukur dari pihak terkait agar konflik antara manusia dan satwa liar tidak semakin meluas.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami meminta agar ada solusi dan tindakan nyata dari pihak BKSDA, sehingga warga tidak lagi diliputi rasa takut ketika pergi ke kebun untuk mencari nafkah,” tegasnya.
Koordinasi ini difokuskan pada sejumlah langkah strategis, di antaranya mitigasi konflik dengan mengidentifikasi jalur lintasan harimau serta upaya penghalauan satwa secara aman dan sesuai dengan prosedur konservasi. Selain itu, Babinsa bersama BKSDA juga mendorong adanya edukasi kepada masyarakat mengenai langkah yang tepat apabila berhadapan dengan satwa liar, guna mencegah terjadinya korban jiwa.
Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan kembali rasa aman di wilayah Desa Putri Betung, sehingga stabilitas keamanan terjaga dan aktivitas ekonomi warga dapat kembali berjalan normal.
Pihak BKSDA menyambut baik inisiatif dan sinergi yang dibangun oleh Koramil 09/Putri Betung. Mereka berkomitmen untuk segera melakukan pemantauan lapangan di sejumlah titik yang dilaporkan masyarakat, serta menyiapkan langkah penanganan yang tepat tanpa merusak keseimbangan ekosistem alam.
Sertu Hadi juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, tidak panik, dan segera melaporkan setiap indikasi keberadaan harimau kepada aparat setempat. Warga diingatkan untuk tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan maupun melanggar hukum konservasi.
Dengan kolaborasi yang kuat antara TNI, BKSDA, dan masyarakat, diharapkan ancaman konflik manusia dan satwa liar dapat ditangani secara cepat, aman, dan berkelanjutan.
Sumber: kasimsyah PWI Gayo Lues.
















